TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Kebakaran yang melanda sebuah toko kue di kawasan Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Rabu (22/7/2026) malam, nyaris merembet ke deretan toko emas yang berada tepat di samping lokasi kejadian. Situasi itu sempat membuat para pemilik toko emas panik. Mereka bergegas masuk ke toko masing-masing untuk menyelamatkan barang dagangan karena khawatir api menjalar ke bangunan di sebelahnya.
Salah seorang warga, Nia, warga RT 01 RW 01 Cipayung, mengatakan para pemilik toko yang tidak terdampak kebakaran datang ke lokasi sesaat setelah api membesar. Tak lama kemudian, mereka langsung mengamankan emas dan barang dagangan lainnya.
“Sebelahnya itu toko emas. Jadi beberapa pemilik toko yang enggak kena tiba-tiba datang menyelamatkan dagangannya, emas-emasnya dan lain-lain karena takut api merembet,” ujar Nia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu. Aksi tersebut membuat warga lain ikut khawatir. Mereka meminta para pemilik toko emas menjauh dari lokasi setelah petugas pemadam kebakaran tiba.
Menurut Nia, saat itu petugas harus menjebol pintu toko kue yang masih terkunci untuk memadamkan api. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi warga yang masih berada di sekitar lokasi. “Kita kan takut serpihan apinya kena dia,” imbuh Nia. Ia menambahkan, selama proses pemadaman sempat terdengar suara ledakan berulang yang diduga berasal dari pecahan toples kaca maupun instalasi listrik di dalam bangunan.
Menurut Nia, saat itu petugas harus menjebol pintu toko kue yang masih terkunci untuk memadamkan api. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi warga yang masih berada di sekitar lokasi. “Kita kan takut serpihan apinya kena dia,” imbuh Nia. Ia menambahkan, selama proses pemadaman sempat terdengar suara ledakan berulang yang diduga berasal dari pecahan toples kaca maupun instalasi listrik di dalam bangunan.
“Damkar suruh warga mundur karena tokonya tertutup, banyak pecahan kaca. Tadi juga bunyi ledakan berkali-kali, meletek-meletek,” jelas dia.
Sementara itu, Komandan Peleton Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Nurudin, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.12 WIB dan langsung mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Menurut dia, sejak awal petugas memprioritaskan upaya agar api tidak merembet ke bangunan di sebelahnya, terutama toko emas. “Ini toko kue, cuma satu toko yang terbakar. Karena sebelahnya itu emas,” kata Nurudin.
Api akhirnya berhasil dilokalisasi dalam waktu sekitar 30 menit sehingga tidak sempat menjalar ke bangunan lain. “Kurang lebih 30 menit proses pemadamannya. Enggak ada kendala,” kata dia.
Nurudin menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 65 juta. “Informasi terakhir yang kami terima itu listrik. Kerugian dari pihak toko kue kurang lebih Rp 65 juta,” ucap Nurudin.



