SERANG – Muhamad Bagus Khoirunnas (27), jurnalis Kantor Berita Antara Banten yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, sempat dilarang istrinya berangkat karena khawatir. Bagus merupakan satu dari lima jurnalis yang hilang kontak setelah berangkat menggunakan Kapal Cepat Arupadhatu 1 untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Senin (7/9/2026). Ayah Bagus, Mansyur Suryana, mengatakan istrinya, Desi Purnamasari, sempat meminta Bagus tidak berangkat. Namun, Bagus akhirnya tetap berangkat setelah mendapat ajakan dari rekan-rekannya sesama Pewarta Foto Indonesia (PFI).
Menurut Mansyur, Bagus meminta izin kepada istrinya untuk pulang pada malam hari dan tidak menginap. “Ijin ke istri pulang malam, engga menginap. Sampai sekarang di kontak gak aktif, di WA ceklis satu,” kata Mansyur. Kirim Foto dari Atas Kapal Sebelum hilang kontak, Bagus masih sempat berkomunikasi dengan istrinya. Mansyur mengatakan, kontak terakhir Bagus dengan istrinya terjadi pada Senin siang. Saat itu, Bagus sempat mengirimkan foto dirinya bersama empat rekannya di atas kapal. “Terkahir kontak sama istrinya itu kemarin siang. Dia ngirim foto lagi diatas kapal bersama 4 rekannya,” ujar Mansyur.
Kini, Desi bersama rekan-rekan Bagus dari Antara Banten telah menuju Posko SAR di Carita, Pandeglang. Sementara keluarga Bagus terus memantau perkembangan pencarian melalui media sosial dan pemberitaan. Bagus Gemar Memburu Peristiwa Mansyur mengatakan, Bagus telah menjadi fotografer Antara Banten sejak 2018. Menurut dia, pekerjaan tersebut memang sesuai dengan hobi dan dunia yang digeluti anaknya. Setiap terjadi bencana besar di Banten, Bagus kerap turun langsung ke lokasi untuk mengabadikan peristiwa. Bahkan, salah satu hasil jepretan Bagus yang memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau pernah digunakan Presiden RI Prabowo Subianto di media sosialnya. “Orangnya pekerja keras, karena masih muda apapun peristiwa dikejar sama dia, masih jiwa muda. Tapi, ada suatu kebanggan kalau fotonya itu dipakai banyak media bahkan Presiden,” ujar Mansyur.
Pencarian Masih Berlangsung Sebelumnya, kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi. Berdasarkan data Basarnas Banten, kapal tersebut membawa tujuh orang, terdiri dari lima jurnalis, satu nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK). Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak yakni M. Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Banten), Ari Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudhis (Jurnalis iNews), Daus (Jurnalis Anadolu), dan Donal (Jurnalis freelance). Hingga Selasa malam, tim gabungan SAR belum menemukan keberadaan rombongan tersebut. Pencarian dilakukan dari Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, hingga Pulau Panjang menggunakan RIB dengan enam personel.