Skip to content

HOT NEWS

SEPUTARAN BERITA TERPANAS

  • Home
  • Uncategorized
  • Pilu Rizky Tewas Dipatuk King Cobra Peliharaannya, Sempat Dikira Mati Suri

Pilu Rizky Tewas Dipatuk King Cobra Peliharaannya, Sempat Dikira Mati Suri

Posted on July 25, 2026 By b5khd No Comments on Pilu Rizky Tewas Dipatuk King Cobra Peliharaannya, Sempat Dikira Mati Suri
Uncategorized

Palangka Raya – Delapan tahun yang lalu, tepatnya Minggu (8/7/2018), suasana car free day (CFD) di Bundaran Besar Palangka Raya, Kalimantan Tengah berubah menegangkan. Seorang pencinta ular bernama Dewa Rizky Achmad (19) dipatuk ular king cobra peliharannya.
Rizky, begitu panggilannya, memang biasa membawa beragam ular peliharaannya ke CFD Bundaran Besar. Kali ini, ia membawa seekor ular king cobra berwarna kuning.

Rizky adalah seorang pencinta reptil di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Dia memelihara sejumlah ular termasuk sanca dan king cobra, lalu dibawa atraksi untuk membantu menghidupi keluarganya.

King cobra yang dipelihara Rizky didapatkannya saat terjadi banjir di wilayah Danau Rangas awal Mei sebelumnya. Ular warna kuning keemasan itu panjangnya 3,8 meter.

Namun siapa sangka, hewan berbisa itu bakal mematuknya hingga tewas meski telah mendapat penanganan di rumah sakit setempat. Disampaikan oleh Koordinator lapangan Emergency Respons Palangka Raya (ERP) saat itu, Tommy (33), Rizky dinyatakan meninggal di RSUD dr Doris Sylvanus pukul 08.30 WIB.

“Informasi dari kakaknya, dia lagi membawa ular itu ke car free day, lagi dimain-mainin. Ada yang ajak dia omong, kemudian dia lengah. Ular ini kondisinya nggak mood kayaknya. Jadi nyerang, matuk,” kata Tommy.

Anggota ERP Lainnya, Jean Steve Austen, menjelaskan Rizky bukan anggota mereka. Namun pernah beberapa kali dimintai bantuan menjinakkan hewan berbisa. Rizky tidak sadarkan diri setelah dipatuk king cobra di bagian tangannya.

“Untuk kejadiannya yang kita terima dari beberapa sumber, almarhum seperti biasa membawa ularnya ke CFD Bundaran Besar. Ada kemungkinan dia lengah saat sedang berinteraksi dengan pengunjung CFD. King cobra langsung strike dan kena pada bagian tangan sebelah kanan. Lalu setelah (Rizky) kena, ular sempat diamankan Rizky dan Rizky segera dilarikan pengunjung ke UGD RSUD Doris Sylvanus,” kata Jean.

Ular dengan panjang sekitar 3 meter itu sempat diamankan sebelum Rizky tak sadarkan diri dan dilarikan ke UGD RSUD Doris Sylvanus. Sebelum meninggal, Rizky memang sudah berwasiat ke keluarganya agar ular itu dilepas ke alam liar.

“Sebelum meninggal, kalau ada apa-apa terjadi sama dia, king cobra ini dilepas jauh-jauh. Permintaan almarhum minta keluarganya menyaksikan pelepasan liarnya ke habitatnya,” ujar Tommy.

Rizky Sempat Dikira Mati Suri

Mulanya, Tim BKSDA Kalimantan Tengah hendak mengevakuasi ular king cobra yang menewaskan Rizky. Namun rencana tersebut sempat tertunda saat pihak keluarga meyakini Rizky masih hidup alias hanya mati suri.

“Kita hari ini nggak jadi mengevakuasi. Ada kepercayaan jenazahnya kata keluarga masih mengeluarkan keringat. Keterangan keluarga korban dan orang pintar, masih mengeluarkan keringat. Kita nggak bisa memaksakan,” kata Kasubbag TU BKSDA Provinsi Kalteng, Handi Nasoka, Senin (9/7/2018).

Hendi mengatakan jenazah korban masih disemayamkan di rumah duka. Ular king cobra berwarna kuning keemasan tersebut ditempatkan di dalam boks di rumah.

Menurut keluarga dan ‘orang pintar’, ular king cobra tersebut harus tetap berada di dalam rumah. Mereka masih yakin Rizky belum meninggal.

Jenazah Rizky sudah dibawa ke rumah duka di Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal Kecamatan Jekanraya, Palangka Raya. Awalnya keluarga hendak menguburkan jenazah Rizky, namun mereka merasa ada yang janggal saat jenazah hendak dimandikan.

Pernyataan pihak keluarga, Rizky mengalami mati suri. Menurut mereka, dari kepala hingga dada Rizky masih terasa mengeluarkan hawa panas, tapi dari perut ke bawah sudah dingin. Mereka meyakini keberadaan ular itu bisa menolong Rizky untuk bangkit dari mati suri.

Pawang ular dan ‘orang pintar’ pun berupaya menolong Rizky agar bisa bangkit dari mati suri. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya dengan menyatukan Rizky dengan ular king cobra yang menggigitnya.

Kasus kematian Rizky yang dipatuk king cobra peliharaannya kemudian jadi geger. Banyak orang yang datang ke rumah duka untuk melihat ritual tersebut.

Keluarga saat itu yakin Rizky hanya mati suri, meskipun pihak RSUD Doris Sylvanus menegaskan Rizky sudah meninggal sesuai hasil pemeriksaan medis.

“Kalau dokter sudah menentukan kematian haknya dokter, dan dokter sudah tahu bahwa dia tanda-tanda kematian, dipasangi bed side monitor itu merekam irama jantung dan irama nafas. Nah, dokter yang menangani, dr Raymond, menyatakan bahwa 08.30 Wita itu meninggal,” ujar Kepala Bidang Diklit-SDM-Humas RSUD Doris Sylvanus dr Theodorus Sapta Atmadja, Senin (9/7/22018) malam.

Theo, sapaan karibnya, menerangkan Rizky dilarikan ke rumah sakitnya karena dipatuk ular king cobra yang mengakibatkan cardiac arrest alias gagal jantung. Meski sudah dilakukan penanganan nyawa Rizky tidak terselamatkan.

“Jadi pasien ini tergigit ular king cobra yang besar karena panjangnya 3,8 meter, bisanya banyak dan mengakibatkan depresi jantung dan depresi pernafasan, dan mengalami cardiac arrest dan pasien ini terjadi penurunan kesadaran,” jelasnya.

“Bisanya lumayan banyak yang masuk ke korban walaupun kita sudah beri serum anti bisa ular, antiobiotik. RSUD Doris Sylvanus sudah berusaha dan semaksimal mungkin. Mungkin toksinnya terlampau kuat dan banyak sehingga tidak tertolong,” sambung Theo.

Theo menerangkan pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan dr Maharani sebagai konsultan untuk kasus gigitan ular se-Indonesia saat menangani Rizky. Theo menyebut penanganan untuk Rizky sudah benar hanya saja nyawa Rizky tidak terselamatkan.

“dr Maharani bilang penanganan RS Doris sudah benar, hanya memang ularnya besar sekali. Jadi kira-kira toksinnya banyak yang masuk, yang menyebabkan kelumpuhan pernapasan sama cardiac arrest,” paparnya.

Jenazah Rizky kemudian akhirnya dimakamkan pada Kamis (12/7/2018) siang. Keluarga mengikhlaskan kematian Rizky setelah seorang guru spiritual datang.

Hingga hari keempat, kondisi Rizky tidak berubah hingga dinyatakan keluarga meninggal.

Prosesi pemakaman saat itu diunggah secara live di akun Facebook Lembaga Swadaya Rakyat Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LSR LPMT) Kalteng, Kamis (12/7/2018). Ormas ini sejak awal ikut menangani karena ayah Rizky merupakan anggotanya.

Rizky dimakamkan secara Islam setelah Zuhur di tempat pemakaman setempat. Banyak keluarga, rekan almarhum, dan warga yang datang.

Orang tua Rizky menangis saat jenazah Rizky dimasukkan ke liang lahat. Ustaz kemudian membacakan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Pihak keluarga dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang yang hadir di pemakaman. Mereka juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu sejak awal, termasuk RSUD Doris Sylvanus.

Ketua Lembaga Swadaya Rakyat Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LSR LPMT) Kalimantan Tengah saat itu, Agatisansyah, mengatakan mulanya banyak ‘orang pintar’ dan pawang ular berdatangan berupaya untuk menghidupkan Rizky.

Karena belum ada hasil, lanjut Agatis, pada Rabu (11/7) malam datanglah seorang guru spiritual mendoakan Rizky. Pagi harinya, Kamis (12/7) pukul 04.00 WIB, Rizky pun dinyatakan meninggal dunia oleh keluarga.

“Jadi malamnya, datang guru spiritual Pak Gubernur Kalteng, Aad Khan. Atas saran Pak Gubernur juga sih datang ke rumah duka. Jadi dia bacakan doa. Setelah itu, beliau bilang, ‘Kita tunggu sampai pagi. Kalau memang sudah kaku, berarti meninggal.’ Ternyata pagi itu tubuh Rizky kaku hingga akhirnya dimakamkan tadi,” jelas Agatis.

Agatis menyatakan guru spiritual ini sebenarnya sepakat bahwa Rizky sudah meninggal sesuai vonis rumah sakit. Namun untuk menghormati pihak keluarga yang meyakini Rizky mati suri, dia meminta agar Rizky dimakamkan jika jasadnya sudah kaku.

Jasad Rizky, menurut Agatis, sebelumnya memang masih hangat, tidak kaku, dan tidak berbau layaknya orang meninggal. Namun dia meyakini itu akibat efek dari bisa ular atau serum antibisa ular yang diberikan pihak RSUD Doris Sylvanus.

“Jadi dari Senin sampai Kamis memang jenazahnya seperti tidak ada pembusukan sedikit pun, tidak ada berbau. Jadi orang berkunjung saya tanya, ‘Apa ada aroma kurang sedap?’ Semua menyatakan tidak ada. Jam empat pagi dinyatakan meninggal, baru jasad Rizky kaku,” ucapnya.

Suasana pemakaman Rizky berlangsung haru. Ayah dan ibunya menangis, begitu pula dengan ayah kandung Rizky, yang tiba dari Banjarmasin.

“Untuk biaya pengobatan dia di rumah sakit, itu Pak Gubernur yang menangani. Ditanggung pemerintah. Rizky dan keluarganya orang nggak mampu. Rizky ini tulang punggung keluarga. Dia selama ini atraksi ular untuk membantu menghidupi keluarganya,” jelasnya.

Sementara itu, ular king cobra yang mematuk Rizky sudah dilepaskan ke alam liar di hari itu juga pukul 00.00 WIB. Agatis menceritakan ular king cobra itu dilepas di wilayah Danau Rangas. Ular itu dilepas jauh dari permukiman penduduk.

“Dilepasnya di hutan tempat awal dulu ular itu ditemukan almarhum. Hampir tiga kilo masuk ke dalam hutan. Pelepasan didampingi anggota Polres Kota Palangka Raya,” katanya.

Menurut Agatis, ular itu dilepaskan atas permintaan almarhum. Menurutnya, yang dilepas hanya king cobra milik Rizky, sedangkan ular lainnya, seperti piton, masih berada di rumah. Sebelum dilepas, ular berwarna kuning keemasan itu sempat diukur dan panjangnya mencapai 3,80 meter.

“Jadi memang permintaan almarhum ular ini dibuang jauh-jauh yang tidak ada manusia biar tidak ada lagi korban. Pesan almarhum ular ini jangan dijual, jangan dikasih orang, diminta dibuang jauh-jauh di tempat dia menemukan ular itu,” jelasnya.

Pihak BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau agar ular ini tak dipelihara karena bisanya sangat mematikan. Kasubbag TU BKSDA Provinsi Kalteng, Handi Nasoka menjelaskan pihaknya memang tidak bisa melarang warga memelihara king cobra, sebab ular ini tidak termasuk ular yang dilindungi. Meski demikian, Handi berharap ular ini tidak dipelihara karena sangat berbahaya.

“Kami sih mengimbau agar ular tidak dipelihara, lebih bagus hidup di alam liar. Hewan seperti itu kan pasti ada sifat liarnya. Seperti itu yang kita khawatirkan. Kalau larangan memang tidak ada. Tapi namanya satwa liar seperti itu lebih baik hidup di alam bebas. Takutnya seperti tadi, ada korban jiwa dari yang melihara, dia atau keluarganya atau orang lain,” jelas Handi.

Kepala BKSDA Kalteng, Ir Adib Gunawan mengimbau masyarakat agar tidak memelihara hewan liar. Adib menjelaskan satwa liar jika diperlihara, akan merasa terdesak. Dan jika merasa terdesak, maka akan menyerang pemeliharanya.

“Kita cuma bisa mengimbau, misalnya memelihara anjing yang ganas, kita imbau. kami, Pak RT, Pak Lurah sama pemikirannya, kenapa sih (satwa liar) tidak dibiarkan liar di alam?” ujar Adib.

“Kita lihat perilaku satwa liar di alam, kalau tidak diganggu, dia tidak akan memnyerang. Satwa liar itu cenderung kalau merasa terancam mereka pergi, kecuali terdesak baru menyerang balik. Kalau diperlihara hewan liar itu, kan berarti posisinya terdesak,” kata Adib.

Post navigation

❮ Previous Post: Ketua KPK: Modus Korupsi Itu-itu Saja, Cuma Dikemas Cara Baru

You may also like

Uncategorized
Mengintip Keuntungan Tiga Koperasi Merah Putih di Jakarta
July 16, 2026
Uncategorized
Polres Malang Dampingi Santri Korban Dugaan Penganiayaan di Pondok Pesantren
July 5, 2026
Uncategorized
Kronologi Penemuan Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Kuningan
July 18, 2026
Uncategorized
Ketua KPK: Modus Korupsi Itu-itu Saja, Cuma Dikemas Cara Baru
July 24, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Pilu Rizky Tewas Dipatuk King Cobra Peliharaannya, Sempat Dikira Mati Suri
  • Ketua KPK: Modus Korupsi Itu-itu Saja, Cuma Dikemas Cara Baru
  • KDM Bikin Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp 50 Juta, Ini Ketentuannya
  • Kebakaran Toko Kue Nyaris Hanguskan Deretan Toko Emas di Pasar Ciputat Tangsel
  • Rupiah Menguat ke 17.937 per Dolar AS, Pasar Nantikan Keputusan BI

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • July 2026

Categories

  • Uncategorized

Copyright © 2026 HOT NEWS.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by